BELITUNG TIMUR – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Kolaborasi bertema “Inovasi Pembelajaran dan Penguatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar: Mewujudkan Pembelajaran Bermakna dan Adaptif di Era Digital”, Kamis (29/10/2026), di Auditorium Zahari MZ, Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan ini diikuti 150 guru Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Belitung Timur sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperkuat mutu pendidikan dasar. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sabarudin, M.Pd., yang merupakan alumni niversitas Pendidikan Indonesia, serta dihadiri Direktur Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru, Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., beserta jajaran dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan yang juga merupakan alumni UPI menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan kompetensi guru serta peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Belitung Timur.
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan karakter dan peningkatan mutu pendidikan di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Ia mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan kebutuhan peserta didik, serta menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar siswa lebih aktif, kritis, dan kreatif.
Bupati juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seminar dan lokakarya, tetapi ditindaklanjuti melalui program pendampingan dan penerapan hasil pembelajaran di sekolah. Dalam wawancara, ia turut menyampaikan rencana studi tiru ke Jepang dengan melibatkan guru-guru terbaik dari Belitung Timur. Rencana tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada para guru untuk mempelajari praktik pendidikan di Jepang dan mengadaptasi pendekatan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Belitung Timur.
Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi dan kompetensi sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Belitung Timur dipilih sebagai mitra kolaborasi, salah satunya karena adanya jejaring alumni UPI yang telah berkiprah di daerah tersebut.
Menurutnya, inovasi pembelajaran tidak cukup hanya dipahami secara teoretis, tetapi perlu diwujudkan melalui praktik nyata yang dapat diterapkan di ruang kelas. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pola pikir inovatif sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang dapat dikembangkan guru sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Seminar dan lokakarya dilaksanakan dalam dua sesi utama. Sesi pleno pada pagi hari menghadirkan empat materi, yakni inovasi pembelajaran bermakna dan adaptif oleh Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si.; transformasi pendidikan dasar oleh Dr. Yeni Yuniarti; kebijakan daerah dalam mendukung profesionalisme guru SD oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur; serta penguatan literasi dan sosialisasi Program Magister PGSD oleh Dr. Yunus Abidin.
Pada sesi lokakarya paralel, peserta dibagi ke dalam lima kelas dengan topik yang beragam, yaitu matematika dan numerasi kontekstual bersama Dr. Tita Mulyati; pembelajaran Pancasila berbantuan aplikasi PeaceCivic bersama Dr. Dinie Anggraeni Dewi; pendekatan Philosophy for Children (P4C) bersama Dr. Yusuf Tri Herlambang; pengenalan kearifan lokal melalui Begasing Beltim Edu-Kit bersama Dr. Ai Sutini; serta pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal bersama Dr. Dede Margo Irianto.
Setiap kelas diarahkan untuk mengembangkan perangkat atau media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan memperoleh inspirasi dan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, menyenangkan, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik dan potensi lokal Belitung Timur.
Salah satu pendekatan yang turut diperkenalkan adalah GASING, singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, dalam pembelajaran matematika. Prof. Karim menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan membantu guru menyampaikan konsep-konsep dasar matematika dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan. Melalui kegiatan pengimbasan, tim UPI Cibiru juga akan berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran secara langsung bersama guru di sekolah mitra.
Sebagai tindak lanjut, pada Jumat (30/10/2026), tim dosen dan mahasiswa UPI Kampus Cibiru dijadwalkan melaksanakan pengimbasan di lima sekolah dasar yang telah ditetapkan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, yaitu SD Negeri 1 Manggar, SD Negeri 20 Manggar, SD Negeri 9 Manggar, SD Negeri 23 Manggar, dan SD Negeri 13 Manggar. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi guru untuk mempelajari praktik pembelajaran yang dapat diadaptasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur berharap peningkatan kompetensi guru dapat berlanjut menjadi praktik pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan adaptif. Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat karakter peserta didik serta mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Belitung Timur. *sa