Manggar, 29 Juni 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur berkolaborasi dengan Assosiasi Guru Penulis (AGP) PGRI Kabupaten Belitung Timur meluncurkan buku biografi An Inspiring Story of Ibu Muslimah: Guru Inspiratif, Sang Pelukis Mimpi di Ruang Pertemuan "Ibu Muslimah", Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Senin (29/6/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penuh makna sekaligus haru. Buku yang sejak awal direncanakan sebagai hadiah bagi Ibu Muslimah itu akhirnya resmi diterbitkan setelah beliau berpulang. Dua hari sebelumnya, sosok guru yang menginspirasi jutaan pembaca melalui novel Laskar Pelangi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, dunia pendidikan, dan masyarakat Belitung Timur.
Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur Sabarudin, M.Pd., Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Akhiruddin, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Oscar Habib, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung Timur Hendri Yani, putra almarhumah Fahroni beserta keluarga besar Ibu Muslimah, jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, pengurus PGRI Kabupaten Belitung Timur, tim penulis dari Assosiasi Guru Penulis (AGP) PGRI Kabupaten Belitung Timur, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sabarudin, M.Pd., menyampaikan bahwa buku ini merupakan warisan literasi yang mengabadikan nilai-nilai perjuangan seorang guru yang telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.
"Ibu Muslimah bukan hanya dikenal sebagai tokoh yang menginspirasi melalui karya sastra dan film, tetapi juga merupakan teladan nyata tentang arti pengabdian, ketulusan, kesabaran, integritas, serta keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah kehidupan. Keteladanan beliau membuktikan bahwa guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga penyalur harapan, pembentuk karakter, dan pelukis mimpi bagi setiap anak bangsa," ujar Sabarudin.
Ia berharap buku tersebut menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik untuk terus mengajar dengan hati serta menjadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian. Menurutnya, warisan terbesar Ibu Muslimah bukan sekadar kisah hidupnya, tetapi nilai-nilai yang terus hidup dalam setiap guru yang mendidik dengan kasih sayang, keteladanan, dan keikhlasan.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mengatakan bahwa peluncuran buku ini merupakan bentuk penghormatan kepada seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan.
Ia mengungkapkan, gagasan penulisan buku bermula saat dirinya berkunjung ke rumah Ibu Muslimah dan melihat berbagai penghargaan yang menghiasi dinding rumah beliau. Dari pertemuan tersebut muncul keinginan untuk mendokumentasikan perjalanan hidup Ibu Muslimah agar dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya para guru dan generasi muda.
"Beliau sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saya berpikir, mengapa tidak kita abadikan perjalanan hidup beliau dalam sebuah buku agar masyarakat, terutama para guru, dapat belajar dari keteladanan dan semangat pengabdiannya," ujar Kamarudin.
Menurutnya, peluncuran buku sempat beberapa kali tertunda karena kondisi kesehatan dirinya maupun Ibu Muslimah. Keinginan untuk menghadirkan langsung almarhumah pada peluncuran buku akhirnya tidak dapat terwujud karena Tuhan berkehendak lain.
"Kami ingin buku ini menjadi penghormatan atas jasa beliau. Keteladanan Ibu Muslimah harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan gagasan untuk membangun patung Ibu Muslimah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur sebagai simbol penghormatan atas jasa dan dedikasinya dalam membangun dunia pendidikan.
Mewakili keluarga, putra almarhumah Fahroni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Dinas Pendidikan, AGP PGRI Kabupaten Belitung Timur, serta seluruh tim penulis yang telah mengabadikan perjalanan hidup Ibu Muslimah dalam sebuah karya literasi.
Ia berharap buku tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta mampu melahirkan lebih banyak guru yang memiliki ketulusan, dedikasi, dan semangat pengabdian seperti yang dicontohkan almarhumah.
Buku An Inspiring Story of Ibu Muslimah: Guru Inspiratif, Sang Pelukis Mimpi merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur bersama Assosiasi Guru Penulis (AGP) PGRI Kabupaten Belitung Timur. Penulisannya dipimpin oleh Gustiyanti bersama para guru yang tergabung dalam AGP PGRI Kabupaten Belitung Timur melalui proses pengumpulan data, wawancara, dan penelusuran kisah hidup dari keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga orang-orang yang mengenal dekat Ibu Muslimah.
Buku ini tidak hanya mengisahkan perjalanan hidup Ibu Muslimah sejak masa kecil hingga masa pengabdiannya sebagai guru, tetapi juga merekam nilai-nilai keteladanan, kesederhanaan, keteguhan, serta kecintaannya terhadap dunia pendidikan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik, pelajar, orang tua, dan masyarakat luas.
Pada tahap awal, buku diterbitkan sebanyak 2.000 eksemplar, dengan 1.000 eksemplar di antaranya telah dipesan oleh Bupati Belitung Timur. Buku dipasarkan dengan harga Rp75.000, dan hasil penjualannya akan dikelola sesuai kesepakatan bersama keluarga almarhumah dan tim penyusun.
Melalui peluncuran buku ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur bersama AGP PGRI Kabupaten Belitung Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur dunia pendidikan. Lebih dari sekadar sebuah biografi, buku ini menjadi pengingat bahwa ketulusan seorang guru mampu menyalakan harapan, membentuk karakter, dan menginspirasi lahirnya generasi penerus yang akan terus melanjutkan semangat pengabdian Ibu Muslimah bagi Indonesia.